Hari bumi/ earth day yang diperingati tiap tanggal 22 April sebetulnya adalah salah satu hari yang paling penting untuk kehidupan anak-cucu kita. Namun kita menyia-nyiakan dan tidak memanfaatkan untuk keturunan kita. Artinya, kita sendiri sedang meninggalkan bom waktu untuk anak-cucu kita, berupa kerusakan lingkungan maha hebat, kesengsaraan hidup yang sulit diatasi dengan teknologi dan kepintaran manusia.
Kasihan sekali anak-cucu kita nanti. Mereka akan hidup dengan udara yang makin panas, udara kotor, banjir, habisnya tanah untuk bercocok tanam dan banyak lagi kesengsaraan. Bodoh sekali kita ini.
Hari bumi/ earth daya yang diperingati tiap tahun merupakan ide seorang anggota senat di Amerika yang peduli pada keselamatan manusia melalui penyelamatan lingkungan hidup. Namanya Gaylord Nelson, semoga Tuhan memberkati dia atas kepeduliannya kepada nasib manusia.
Sejak tahun 1970 earth day dirayakan di seluruh dunia untuk memberikan inspirasi atas kepedulian dan penghargaan tinggi terhadap upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup manusia. Perserikatan Bangsa-Bangsa/ United Nation sendiri memperingati hari bumi/ earth day pada 20 Maret (The March Equinox), ini merupakan peringatan yang sudah mentradisi sejak tahun 1969 oleh aktivis perdamaian John McConnell.
Setiap hari bumi/ earth day saya selalu mengamati, kelakuan mahasiswa yang masih bodoh karena tidak tahu esensi kerusakan bumi/ kerusakan lingkungan. Mereka selalu saja melakukan kesalahan yang sama, yaitu memperingati Hari Bumi/ Earth Day tanpa tahu maknanya. Mereka cuma teriak-teriak : bumi makin panas!, bumi makin renta! selamatkan lingkungan!
Sehingga setiap peringatan Hari Bumi/ earth day selalu saja berlalu begitu saja, tanpa hasil apa-apa. Lingkungan tambah ancur, tambah hancur, cur, cur, cur...
Sementara itu si perusak lingkungan ketawa ngakak karena tidak tersentuh.
Saya mengkritisi mahasiswa adalah karena mereka inilah harapan bangsa, sementara warga negara lain tidak peduli. Namun malangnya mahasiswa ini tidak juga paham karena sibuk sendiri.
Singkat kata, kerusakan lingkungan terbesar ini disebabkan nafsu manusia. Manusia yang saya maksud itu adalah yang memiliki kekuasaan berupa uang, politik, dan senjata. Mau tahu siapa mereka? Inilah dia : pengusaha hitam, politikus maling, dan pejabat korup.
Mereka inilah yang mengatur dan merusak lingkungan dan membuat kerusakan bumi kita. Mereka membuat kebijakan untuk mengeksploitasi hutan, bumi, merusak ruang terbuka hijau di perkotaan dan banyak lagi perbuatan jahat yang dilakukan demi nafsu mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Uang itu dipakai untuk melanggengkan usaha, melanggengkan kekuasaan melalui Pemilu, sogokan ke atasan atau ke rakyat.
Sementara itu perambahan yang dilakukan rakyat persentase kecil karena peralatan mereka sederhana, dan mereka semata-mata untuk mengisi perut. Bandingkan dengan perusakan lingkungan, perambahan hutan yang dilakukan pengusaha dan penguasa, mereka melakukannya dengan cara massal, peralatan canggih. Stop dulu.. besok saya teruskan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar